Kronologi Penemuan Remaja Asal Satui di Laut Muara Asam-asam Tanah Laut, Polisi Sebut Korban Miliki Penyakit
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Penemuan jenazah perempuan di perairan Muara Asam-Asam, Minggu (19/4/2026) pagi, mengakhiri pencarian terhadap N (16), remaja asal Desa Satui Barat, Kabupaten Tanah Bumbu, yang dilaporkan hilang sejak beberapa hari lalu.
Kapolres Tanah Laut, AKBP Ricky Boy Siallagan, melalui Kasat Polairud Polres Tanah Laut, Iptu Alamsyah Sugiarto, membeberkan bahwa sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui meninggalkan rumah tanpa pengawasan sejak Selasa (14/4/2026) malam.
Berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit epilepsi yang berpotensi menyebabkan kejang mendadak serta disorientasi arah.
Peristiwa hilangnya korban bermula saat ayahnya berangkat ke Kabupaten Kotabaru pada Selasa siang.
Malam harinya sekitar pukul 22.00 WITA, saksi masih melihat korban berjalan kaki menuju arah Desa Setarap dan sempat duduk di bekas kapal rusak dekat kediamannya.
Namun, pada Rabu dini hari pukul 02.00 WITA, keluarga mendapati korban sudah tidak ada di dalam kamar.
Pencarian mandiri sempat dilakukan warga secara intensif di area pesisir hingga semak belukar.
Petunjuk sempat muncul ketika sandal milik korban ditemukan di tepi sumur samping rumah pada Rabu malam, meski setelah diperiksa, keberadaan korban tetap tidak ditemukan.
"Korban diduga mengalami gangguan kesehatan mendadak saat berada di luar rumah. Mengingat kondisi geografis wilayah pesisir yang minim penerangan pada malam hari, korban diduga kehilangan arah hingga akhirnya terbawa arus laut," jelas Iptu Alamsyah Sugiarto.
Pihak kepolisian menegaskan bahwa dari hasil pemeriksaan luar, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan atau indikasi tindak pidana pada tubuh korban.
Penemuan ini murni mengarah pada musibah akibat kondisi kesehatan korban.
Saat ini, jenazah telah dipulangkan ke rumah duka di Satui Barat dengan pengawalan petugas, dan situasi di lokasi kejadian terpantau aman terkendali. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor: Yayu