Fenomena “Indonesian Horror Wave” Merebak di Mancanegara, Joko Anwar: Bukti Film Horor Indonesia Laris di Luar Negeri

Terbukti, film lokal paling laris di 2026 dipegang oleh film Danur The Last Chapter dengan total 3.2 juta penonton (dari ranking Filmindonesia.or.id).

Bahkan dua posisi film terlaris di Indonesia dengan total 10 juta lebih penonton dipegang film horor, yakni Agak Laen Menyala Pantiku dan KKN di Desa Penari.

Joko Anwar pun turut memberi pernyataan bahwa film horor Indonesia sedang laris manis dan dicari di luar negeri.

Seperti film Badarawuhi di Desa Penari, Pemandi Jenazah, Pengabdi Setan, Rumah Dara, dan banyak lainnya.

“Film horor Indonesia itu dicari sekarang karena memang ada, it’s real (itu nyata). Indonesian horor wave itu nya,” ujarnya dalam siniar di saluran YouTube Raditya Dika.

Keunikan genre horor lokal terdapat di berbagai elemen, mulai dari keberagaman suku bangsa, budaya, mitologi unik, kepercayaan, dan kisah klenik dari satu lokasi ke lokasi lain.

Hal ini bisa menjadi sebuah sumber inspirasi yang tak terbatas di industri film, baik itu untuk genre horor ataupun lainnya.

Ia mengatakan tak perlu malu membuat film horor, terlebih lagi Indonesia memiliki budaya mengandung unsur mistis seperti mitologi, cerita rakyat, dongeng dan sebagainya yang bisa dijadikan ide cerita horor.

“Kita sebuah negara yang terdiri dari banyak sekali ethnic groups ya, lebih dari 200 dan masing-masingnya ini punya mitologi, cerita rakyat, dongeng segala macamnya,” tambahnya.

Elemen spiritual dalam cerita horor Indonesia yang sangat kental yang membuat film lokal populer yang berbeda dengan film luar negeri.

Bukan tentang zombie atau vampir, tetapi tentang suatu teror horor yang muncul dari kepercayaan mulai dari generasi ke generasi yang meresap ke dalam budaya dan menjadi spiritual.

Karya Joko Anwar seperti Modus Anomali, Pengabdi setan, dan Ghost in The Cell pun jadi deretan film horor lokal yang laris manis di luar negeri.

Terbaru adalah Ghost in the Cell yang mulai tayang di bioskop pada 16 April 2026 ini, belum tayang saja hak siarnya sudah dibeli oleh 86 negara, setelah film itu tayang di Berlinale atau Festival Film Berlin 2026. (wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Yayu