Fenomena “Indonesian Horror Wave” Merebak di Mancanegara, Joko Anwar: Bukti Film Horor Indonesia Laris di Luar Negeri

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Fenomena “Indonesian Horror Wave” sekarang sedang merebak secara global.

Hal itu dikarenakan banyaknya asupan horor lokal yang rilis setiap pekan membuat penonton didera rasa bosan, kemungkinan besar disebabkan kesamaan tema dari satu judul ke judul lainnya sehingga para para sineas Tanah Air menjadi sasaran empuk kritikan mereka.

Menariknya, horor lokal yang dirasa membosankan rupanya menjadi perbincangan di dunia berkat unsur klenik dan cerita rakyat Nusantara yang dianggap segar.

Lalu muncullah gerakan “Indonesian Horror Wave” di mana masyarakat dunia menjadi kecanduan menonton film horor produksi negara +62 ini.

Mendedah dari berbagai sumber, horor Indonesia dilirik sejak Joko Anwar, Kimo Stamboel dan Timo Tjahjanto memperkenalkan pada dunia eksistensi karya-karya mereka lewat festival film.

Pandemi COVID 19 dan layanan streaming seperti Netflix serta Shudder membuat masyarakat global semakin terpapar konten lain yang dari skala produksi memang tidak lagi main-main.

Joko Anwar saat menjadi bintang tamu di podcast Raditya Dika tayang pada Kamis (9/4/2026) menyebutkan bahwa fenomena tersebut menggambarkan potensi produk budaya unggulan dari Indonesia.

Bahkan dia menyandingkan dengan K-Pop dari Korea Selatan.

Uniknya, ucapan dari sang sineas ini bak sebuah durasi dari minat penonton lokal.

Beberapa tahun terakhir, asupan horor lokal yang selalu konsisten dan cenderung mendominasi bioskop lokal kerap membuat penonton bosan.

Bahkan secara konteks dan kualitas film kerap dianggap selalu berkurang.

Hal tersebut dikaitkan dengan kesamaan tema dan ide cerita yang hanya berubah dari satu judul ke judul lainnya.

Sayangnya, kemunculan film baru tidak memberikan peningkatan nilai dari karya.

Tidak sedikit pula film horor yang menggunakan momen viral hingga kisah yang dibagi di berbagai media sosial.

Akhirnya, film horor lokal pun kurang diminati.

Secara lokal film horor kerap dianggap membosankan karena selalu menggunakan unsur yang serupa, yakni klenik, kepercayaan, religi, atau budaya lokal.

Sedangkan eksplorasi tema unik seperti body horor, slasher, Sci-fi, atau Found Footage masih jarang dilakukan.

Namun terlepas dari itu, tidak bisa dipungkiri bahwa film horor memang masih memiliki tempat di hati penonton.