Selain itu, peserta juga diberikan pemahaman terkait kriteria dan mekanisme penilaian Adiwiyata berdasarkan regulasi terbaru, yakni Permen LH/BPLH Nomor 05 Tahun 2025/2026.
DLH HST juga mendorong adanya aksi nyata di lingkungan sekolah, seperti pengelolaan sampah melalui kompos, penghematan energi dan air, serta integrasi edukasi lingkungan dalam proses pembelajaran.
“Proses menuju sekolah Adiwiyata membutuhkan komitmen dan kolaborasi. Kami akan terus mendampingi sekolah agar mampu memenuhi kriteria secara berkelanjutan,” tambah Syafaat.
Ia pun mengajak seluruh sekolah menjadikan lingkungan yang bersih dan asri sebagai sarana pembelajaran sekaligus membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap alam.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta juga dibagikan tumbler sebagai bagian dari kampanye “HST No Plastic” untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah dan masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Tim Pembina Adiwiyata, kepala sekolah, serta narasumber dari DLH Provinsi Kalimantan Selatan. (wartabanjar.com/Adew)
Editor: Yayu







