Selain itu menjadi referensi keilmuan di Universitas Al Azhar Mesir.
Datu Kalampayan juga menuntut ilmu di Mekkah, Arab Saudi selama kurang lebih 30 tahun.
Setelah kembali ke Kalsel, Datu Kalampayan menerapkan ilmunya dengan menjadi pelopor pengajaran Hukum Islam.
Beliau kemudian mendirikan tempat pengajian yang diberi nama Dalam Pagar.
Seiring berjalannya waktu, pondok pengajian yang didirikan Datu Kalampayan berkembang pesat hingga membentuk kampung tempat menuntut ilmu agama Islam.
Tak sedikit ulama besar di Kalsel berasal dari Pondok Pengajian Dalam Pagar yang didirikan Datu Kalampayan.
Hidup semasa tahun 1122-1227 hijriyah, Datu Kalampayan wafat pada 3 Oktober 1812 di usia 102 tahun.
Selain Kitab Sabilal Muhtadin, berikut sejumlah karya Datu Kalampayan semasa hidup:
- Kitab Ushuluddin yang biasa disebut Kitab Sipat Duapuluh.
- Kitab Tuhfatur Raghibin: membahas itikad dan perbuatan sesat
- Kitab Luqtatul Ajlan: membahsa seluk beluk wanita dan suami istri
- Kitabul Faraidl: membahas hukum pembagian warisan
- Kitab Kanzul Makrifah: membahas ilmu tasawuf
- Kitab Al- Qawlul Mukhtasar: membahas tentang Imam Mahdi
- Kitab Ilmu Falak: membahas ilmu astronomi
- Kitab Fatawa Sulayman Kurdi, yaitu kitab yang membahas tentang fatwa-fatawa gurunya, Syekh Muhammad bin Sulaiman al-Kurdi
- Kitabun Nikah, yaitu kitab yang membahas tentang tata cara perkawinan dalam syariat Islam. (Wartabanjar.com/berbagai sumber/dwisud)
Editor: Andi Akbar







