WARTABANJAR.COM, PELAIHARI– Kampus Politeknik Negeri Tanah Laut (Politala) baru saja menuntaskan perhelatan besar berskala nasional yaitu Musabaqah Tilawatil Quran Politeknik Nasional (MTQPN) ke-3, Festival Habsyi, serta Expo Politala 2026.

Kegiatan tersebut resmi ditutup dengan penuh khidmat di Pelaihari, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, Selasa (14/4/2026) sore.

Acara penutupan ini menjadi momen emosional sekaligus membanggakan bagi seluruh sivitas akademika.

Dalam sambutannya, Direktur Politala, Meldayanor, menegaskan bahwa esensi dari kegiatan ini bukan sekadar perlombaan, melainkan wujud pembentukan karakter generasi masa depan.

Ia memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para kafilah dari berbagai daerah yang telah menunjukkan dedikasi luar biasa.

Baginya, para peserta adalah representasi pemuda ideal Indonesia saat ini.

"Kalian adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah menunjukkan kemampuan luar biasa dalam membaca, memahami, dan mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an. Bagi yang meraih juara, kami ucapkan selamat. Dan bagi yang belum, yakinlah bahwa setiap proses yang dijalani adalah bagian dari keberhasilan itu sendiri," tuturnya memberi semangat.

Meldayanor juga menyoroti bagaimana pola kompetisi tahun ini yang bertransformasi mengikuti zaman.

Transisi dari seleksi daring (dalam jaringan) menuju final luring (luar jaringan) dianggap sebagai sinyal positif bahwa nilai religi dan teknologi bisa berjalan beriringan.

"Kami juga mengapresiasi pelaksanaan MTQ yang diawali dengan seleksi secara online dan dilanjutkan dengan Grand Final secara offline. Hal ini menjadi bukti bahwa generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi tanpa meninggalkan nilai-nilai keagamaan," jelasnya.

Selain aspek religiusitas, integrasi acara dengan Festival Habsyi dan Expo inovasi mahasiswa juga disebut sebagai langkah nyata mencetak lulusan yang cerdas secara spiritual dan mandiri secara ekonomi.