WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Senyum bahagia terpancar dari wajah Kuat, seorang difabel asal Desa Pandeyan, Kabupaten Sukoharjo. Meski separuh tubuhnya lumpuh akibat polio sejak kecil, ia tetap berjuang demi masa depan anaknya. Kini, berkat hadirnya Sekolah Rakyat (SR), Kuat tak lagi khawatir akan biaya pendidikan.

Pendidikan Gratis Berkualitas

Anak pertama Kuat yang duduk di kelas 3 SD diterima di Sekolah Rakyat Dasar 2 Surakarta. Di sekolah ini, anak-anak dari keluarga miskin memperoleh pendidikan berkualitas secara gratis. Program ini menjadi wujud nyata komitmen pemerintah dalam memutus rantai kemiskinan melalui akses pendidikan.

Fasilitas Lengkap untuk Siswa

Sekolah Rakyat menyediakan fasilitas lengkap: asrama, makan tiga kali sehari, makanan ringan, seragam, hingga laptop untuk menunjang pembelajaran. Dengan dukungan ini, anak-anak bisa fokus belajar tanpa terbebani masalah ekonomi keluarga.

Dukungan Program Keluarga Harapan

Kuat sendiri merupakan penerima Program Keluarga Harapan (PKH). Melalui pendamping PKH di tiap daerah, pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin agar bisa bersekolah di Sekolah Rakyat. “Sekolahnya gratis, dapat makanan, pakaian, segala macam kebutuhan gratis,” ungkap Kuat penuh syukur.

Perluasan Sekolah Rakyat

Per Maret 2026, tercatat sudah ada 166 Sekolah Rakyat dengan 14.972 siswa, didukung 2.304 guru dan 4.760 tenaga kependidikan. Tahun ini, pemerintah menargetkan pembangunan 104 sekolah tambahan untuk menjangkau 15.000 siswa. Target besar adalah 500 Sekolah Rakyat berdiri hingga 2029.

Ruang Harapan untuk Masa Depan

Sekolah Rakyat bukan sekadar tempat belajar, tetapi ruang harapan bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk meraih cita-cita. Dengan fasilitas yang memadai, mereka dapat tumbuh menjadi generasi unggul yang siap membangun bangsa. (Wartabanjar.com/andi)

Editor: Andi Akbar