Dalam kesempatan itu, Arifah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan kasus kekerasan melalui Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus mencegah terjadinya kekerasan baru.
Edukasi dan Peran Orang Tua
Menteri PPPA menekankan perlunya edukasi dini kepada anak terkait perlindungan diri. Ia mendorong orang tua agar lebih aktif mendampingi anak-anak, termasuk memberikan pemahaman tentang batasan tubuh yang harus dijaga. Hal ini dinilai penting di tengah pergaulan yang semakin kompleks.
Jombang Sebagai Pilot Project
Kepala UPTD PPA Jombang, Mardhiyah Dina Ekawati, menyebut angka kasus kekerasan di wilayahnya menurun dari 256 kasus pada 2024 menjadi 183 kasus pada 2025. Meski demikian, upaya pencegahan terus diperkuat melalui edukasi di sekolah-sekolah dengan melibatkan master teacher. Menteri PPPA berharap Jombang dapat menjadi pilot project nasional dalam penanganan kasus perlindungan perempuan dan anak secara maksimal.
Kunjungan Menteri PPPA ke Jombang menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat perlindungan perempuan dan anak. Dengan dukungan UPTD PPA, kolaborasi lintas sektor, serta edukasi dini di sekolah, Jombang diharapkan menjadi contoh nasional dalam penanganan kasus kekerasan sekaligus pencegahannya. (Wartabanjar.com/andi)
Editor: Andi Akbar







