Menteri PPPA Dorong Penguatan Perlindungan Perempuan dan Anak di Jombang, Jadi Pilot Project Nasional

WARTABANJAR.COM, JAKARTA — Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Jombang pada Jumat (3/4/2026). Dalam kesempatan tersebut, Menteri PPPA meninjau langsung Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (UPTD PPA) serta bertemu dengan seorang anak korban kekerasan seksual berusia 15 tahun.

UPTD PPA Sebagai Ujung Tombak

Arifah menegaskan bahwa UPTD PPA merupakan ujung tombak penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di tingkat kabupaten. Ia menekankan pentingnya koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah agar layanan perlindungan semakin kuat dan responsif.

Diskusi Menteri PPPA dan UPTD PPA Jombang

Apresiasi untuk Pemkab Jombang

Menteri PPPA mengapresiasi langkah cepat Pemerintah Kabupaten Jombang dalam menangani kasus kekerasan. Korban mendapatkan layanan kesehatan, pendampingan, hingga fasilitas antar jemput. Menurutnya, model penanganan seperti ini patut dijadikan contoh bagi daerah lain di Indonesia.

Imbauan Melalui SAPA 129

Dalam kesempatan itu, Arifah juga mengimbau masyarakat untuk aktif melaporkan kasus kekerasan melalui Layanan Sahabat Perempuan dan Anak (SAPA) 129. Ia menekankan bahwa partisipasi masyarakat sangat penting untuk mempercepat penanganan kasus sekaligus mencegah terjadinya kekerasan baru.

Edukasi dan Peran Orang Tua

Menteri PPPA menekankan perlunya edukasi dini kepada anak terkait perlindungan diri. Ia mendorong orang tua agar lebih aktif mendampingi anak-anak, termasuk memberikan pemahaman tentang batasan tubuh yang harus dijaga. Hal ini dinilai penting di tengah pergaulan yang semakin kompleks.