Ancaman Kekeringan Hantui Tanah Laut, Pemkab Mulai “Pasang Kuda-Kuda” Hadapi Kemarau 2026

Di sektor pertanian, para petani juga diimbau untuk lebih bijak memilih komoditas tanam yang tidak boros air guna menghindari gagal panen.

BACA JUGA: Fakta Persidangan Ungkap Kronologi Tragis Bayi 7 Hari Tewas Dibanting di HST

Tak hanya soal air, sektor swasta pun mulai dirangkul untuk membantu penyediaan sarana dan prasarana dalam menghadapi ancaman Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Gayung bersambut, Kepala Pelaksana BPBD Tanah Laut, Aspi Setia Rahman, menyatakan bahwa pihaknya tidak ingin membuang waktu untuk melakukan konsolidasi internal maupun eksternal.

“Koordinasi dengan camat, instansi teknis, hingga pemerintah desa akan segera dilakukan untuk menentukan langkah teknis di lapangan,” pungkasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan pelaku usaha, Tanah Laut berharap dapat meminimalisir kerugian materiil maupun dampak lingkungan yang mungkin timbul akibat fenomena alam di tahun 2026 ini. (Wartabanjar.com/Gazali/*)

Editor: Yayu