BMKG Mencatat 94 Gempa Susulan di Maluku Utara, Peringatan Dini Tsunami Resmi Dicabut

Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Teuku Faisal Fathani dalam keterangan pers lanjutan menjelaskan, selama masa peringatan dini, BMKG telah merilis peringatan tsunami sebanyak tiga kali sesuai prosedur operasional standar (SOP).

“Peringatan dini tsunami telah dirilis tiga kali sesuai SOP, mulai dari fase awal hingga pembaruan kondisi lapangan, sebelum akhirnya diakhiri pada pukul 09.56 WIB,” ujarnya.

BMKG mencatat gelombang tsunami terdeteksi di sejumlah titik pengamatan muka air laut. Tinggi muka air laut tercatat masing-masing di Halmahera Barat sebesar 0,30 meter, Gita 0,24 meter, Bitung 0,20 meter, titik lain di Halmahera Barat 0,15 meter, Tadulako–Sangihe 0,19 meter, Sidangoli 0,35 meter, Minahasa Utara 0,75 meter, Belang 0,68 meter, serta Bumbulan 0,13 meter.

Ketinggian muka air laut tertinggi terpantau di Minahasa Utara yang mencapai 0,75 meter, disusul Belang sebesar 0,68 meter. Data tersebut menjadi dasar penting dalam evaluasi status ancaman tsunami di wilayah terdampak.

Faisal menegaskan, setelah status peringatan dini dicabut, tim penyelamat dan asesmen kerusakan dapat segera memasuki area terdampak untuk melakukan penanganan lanjutan.

“Setelah pengakhiran peringatan, tim SAR, BPBD, dan tim asesmen bangunan dapat masuk ke lokasi-lokasi terdampak tsunami untuk memberikan pertolongan dan melakukan penilaian kerusakan,” tandasnya. (Wartabanjar.com/atoe)

Editor Restu