Stok Beras di Pelaihari Langka, Harga Masih Tinggi Tembus Rp 625 Ribu per Karung
WARTABANJAR.COM, PELAIHARI –
Harga beras baik lokal maupun luar daerah di Kabupaten Tanah Laut terpantau masih tinggi, akibat sulitnya pasokan dan minimnya hasil panen petani hingga Selasa (31/3).
Yunida, pemilik toko beras di Pelaihari, membeberkan fakta lapangan mengenai sulitnya mendapatkan pasokan beras belakangan ini.
"Beras Jawa naik sekitar Rp 150 rupiah per kilonya. Stok kosong, bahan baku sulit. Sekali datang sedikit dan lama. Beras Banjar itu sekitar Rp 625 ribuan per karung, masih lumayan tinggi. Ada yang Rp 620 ribu karena mungkin belum banyak orang yang panen. Sudah lebih murah sih dari banih siam lainnya, beras Banjar per sak kurang Rp 5 ribuan," jelas Yunida.
Baca Juga Dosen FKIP Adukan Rektor ULM ke Ombudsman Kalsel, Gaji Belum Dibayar Sejak Oktober 2025
Krisis stok dan harga ini dikonfirmasi langsung oleh Diskopdag Tanah Laut melalui Kabid Perdagangan dan Kemetrologian, Edi Hariyadi, SP.
Merujuk pada laporan akurat petugas lapangan Rizky Laila Maulidina, yang dihimpun per 30 Maret 2026, mayoritas harga beras lokal memang belum menunjukkan tanda-tanda penurunan.
Berikut data lengkap perbandingan harga beras di Kabupaten Tanah Laut:
Beras Unus Mutiara & Siam Unus: Stabil tinggi di harga Rp19.500 per kg.
Beras Siam Tanggung & Siam Biasa: Bertahan di harga Rp18.000 per kg.
Beras Sihirang/Ganal: Tetap di harga Rp14.500 per kg.
Beras Premium: Stabil di angka Rp16.600 per kg.
Beras Medium: Berada di harga Rp13.000 per kg.
Terbatasnya pasokan di pasar disinyalir karena faktor musim panen yang belum merata, sehingga membuat harga di tingkat pedagang sulit untuk ditekan.
Selain beras, data valid tim lapangan juga mencatat harga Ketela Pohon/Ubi Kayu yang masih bertahan stabil di harga Rp8.000 per kg.
Pemerintah daerah terus mengimbau warga untuk tetap tenang sembari memastikan kelancaran distribusi beras dari daerah produsen.(Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu