WARTABANJAR.COM, BARABAI β Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) menggelar kegiatan halal bihalal bersama para atlet dan pelatih peraih medali pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XII Kalimantan Selatan 2025 di Pendopo HST, Rabu (1/4/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mempererat silaturahmi sekaligus melakukan refleksi terhadap capaian prestasi olahraga daerah.
Dalam suasana penuh kebersamaan pasca Idulfitri, Bupati Hulu Sungai Tengah, Samsul Rizal, secara langsung menyampaikan apresiasi kepada seluruh atlet dan pelatih yang telah berjuang membawa nama daerah di tingkat provinsi.
Pada ajang Porprov 2025, kontingen Hulu Sungai Tengah berhasil mengoleksi sebanyak 132 medali, dengan rincian 22 medali emas, 40 perak, dan 70 perunggu.
Baca Juga Kejagung Geledah KSOP Banjarmasin, Bongkar Jalur Distribusi Tambang Ilegal Samin Tan
Capaian tersebut menjadi bukti bahwa potensi atlet daerah terus berkembang dan mampu bersaing di tingkat provinsi.
Menurut Bupati, hasil tersebut tidak diraih secara instan, melainkan melalui proses panjang yang penuh dengan latihan, pengorbanan, serta komitmen dari atlet dan pelatih.
Meski demikian, ia juga mengingatkan bahwa terdapat penurunan posisi klasemen dibandingkan dengan pelaksanaan Porprov sebelumnya. Hal ini, menurutnya, harus dijadikan sebagai bahan evaluasi bersama, bukan sebagai alasan untuk menurunkan semangat.
βIni menjadi momentum bagi kita untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pembinaan ke depan,β ujarnya.
Lebih lanjut, Bupati menegaskan pentingnya pembinaan atlet sejak usia dini sebagai fondasi utama dalam mencetak prestasi yang berkelanjutan. Selain itu, peningkatan kualitas latihan, manajemen pembinaan, serta sinergi antar pemangku kepentingan seperti pemerintah daerah, KONI, dan cabang olahraga juga dinilai menjadi kunci keberhasilan.
Namun di balik apresiasi tersebut, Bupati juga menyampaikan sejumlah catatan penting terkait kondisi keolahragaan di daerah. Dalam sesi silaturahmi yang dihadiri pengurus KONI, pelatih, dan atlet, ia menyoroti masih adanya persoalan yang perlu segera dibenahi secara serius.
Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah fenomena atlet asli daerah yang justru memperkuat kabupaten lain. Kondisi ini dinilai sebagai tantangan besar yang dapat menghambat kemajuan olahraga di Hulu Sungai Tengah.







