Ngamuk Sambil Bawa Balita di Halaman Mapolresta Banjarmasin, Seorang Pria Mengaku Dapat Bisikan Gaib
WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Kejadian tak terduga yang membuat tegang Markas Polresta Banjarmasin, dimana seorang pria tak dikenal muncul dengan perilaku tak terduga, dan membuat siapa pun yang berada di lokasi sontak waspada.
Sekitar pukul 13.20 Wita, pria bertubuh tinggi besar itu memasuki area lapangan apel dengan sepeda motor matiknya, dengan membawa seorang balita laki-laki duduk tanpa mengerti situasi yang akan terjadi.
Tanpa banyak pertimbangan, motor diparkir tepat di tengah lapangan seolah ingin menarik perhatian.
Pria tersebut meledak dalam emosi, helm yang masih di tangannya dilempar begitu saja ke tanah.
Suaranya meninggi, penuh tekanan dan kemarahan, ia berteriak, bahkan melontarkan ancaman kepada anggota polisi yang berada di sekitarnya.
Permintaannya terdengar membingungkan ia mendesak agar polisi mengganti handphone miliknya, namun tak ada penjelasan jelas, hanya amarah yang terus memuncak.
BACA JUGA: BMKG Sebut Kalsel Masuki Musim Pancaroba, April-Mei 2026 Waspada Cuaca Ekstrem
Petugas yang melihat kejadian itu tidak langsung bertindak keras, dan memilih pendekatan hati-hati.
Beberapa anggota Satreskrim dan provost perlahan mendekat, menjaga jarak, sambil mencoba meredakan emosi pria tersebut.
Fokus petugas yang terbagi antara mengamankan situasi dan juga melindungi sang balita.
Momen krusial datang ketika pria itu mulai kehilangan fokus.
Tanpa membuang waktu, petugas bergerak cepat dan berhasil mengendalikannya.
Di saat yang sama, seorang polisi wanita dengan sigap membawa balita menjauh dari lokasi, memastikan keselamatannya.
Setelah situasi mereda, pria tersebut dibawa ke ruang Satreskrim untuk pemeriksaan.
Di sanalah fakta-fakta yang semula kabur mulai terurai.
Kasat Reskrim Polresta Banjarmasin, Kompol Eru Alsepa, melalui Kanit Jatanras, Iptu Boy Carter mengungkapkan, dari hasil pemeriksaan dengan pendekatan yang lebih tenang, akhirnya pria tersebut mau terbuka dan berbicara.
"Dia mengaku datang ke Polresta karena mengikuti “bisikan gaib” yang ia dengar sebuah pengakuan yang mengundang keprihatinan," ujar Kanit Jatanras.
Lebih lanjut, papar Boy, sebelum mengamuk, ia sempat berada di toilet masjid di area Polresta bersama anaknya.