Ekonomi Tanah Laut Tumbuh 5,14 Persen, PDRB Per Kapita Tembus Rp61 Juta

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Perekonomian Kabupaten Tanah Laut (Tala) mencatat kinerja positif sepanjang 2025 dengan pertumbuhan mencapai 5,14 persen. Capaian ini menjadi yang tertinggi dalam 10 tahun terakhir, meski masih berada di bawah rata-rata pertumbuhan ekonomi Provinsi Kalimantan Selatan.

Data tersebut disampaikan Kepala BPS Kabupaten Tanah Laut, Siswo Widjanarko melalui Ketua Tim Neraca Wilayah, Arif Syukur Pambudi, Jum’at (27/3/2026).

Menurut Arif, pertumbuhan ekonomi Tala ditopang oleh tiga sektor utama, yakni pertanian, pertambangan, dan industri pengolahan. Namun, sektor pertanian kini tampil sebagai kontributor terbesar dalam dua tahun terakhir.

“Sektor pertanian menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi pada 2024 hingga 2025, melampaui sektor industri dan pertambangan,” ujarnya.

Berdasarkan data BPS, dari total pertumbuhan 5,14 persen, sektor pertanian menyumbang 1,00 persen, diikuti industri pengolahan sebesar 0,88 persen dan pertambangan 0,66 persen. Peningkatan produksi padi, jagung, kelapa sawit, hingga perikanan menjadi faktor utama, ditambah mulai berkembangnya hilirisasi komoditas perkebunan.

Masih dalam Fase Pemulihan
Meski menunjukkan tren positif, BPS menilai ekonomi Tanah Laut belum memasuki fase akselerasi penuh. Saat ini, kondisi ekonomi masih berada pada tahap pemulihan yang menguat (strengthening recovery).

Arif menjelaskan, ketergantungan terhadap sektor pertambangan masih cukup besar, yakni hampir 30 persen dari struktur ekonomi daerah. Hal ini membuat perekonomian masih rentan terhadap fluktuasi harga komoditas global.

“Belum ada sektor yang tumbuh secara ekspansif. Diharapkan ke depan Tanah Laut dapat beralih ke sektor berbasis domestik yang lebih stabil,” jelasnya.