Industri Pengolahan Tumbuh Signifikan
Di sisi lain, sektor industri pengolahan mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 7,82 persen. Peningkatan ini didorong oleh subsektor industri makanan dan minuman, baik skala mikro, kecil, maupun besar.
Produk seperti minyak kelapa sawit (CPO), pakan ternak, serta makanan olahan menjadi motor utama. Selain itu, berbagai kegiatan dan event di Tanah Laut turut mendorong permintaan produk industri lokal.
Hal ini menunjukkan mulai terbentuknya nilai tambah (value added) dari komoditas daerah melalui proses hilirisasi.
PDRB Per Kapita dan Daya Beli
BPS mencatat PDRB per kapita Tanah Laut mencapai Rp61,73 juta per tahun. Namun, angka ini bukan mencerminkan rata-rata pendapatan masyarakat, melainkan indikator produktivitas ekonomi secara umum.
Meski demikian, daya beli masyarakat dinilai masih terjaga. Hal ini terlihat dari pertumbuhan konsumsi rumah tangga sebesar 4,56 persen serta inflasi tahunan (year on year) Desember 2025 yang terkendali di angka 2,91 persen.
“Perputaran ekonomi masih berjalan baik, meskipun belum menunjukkan lonjakan konsumsi yang signifikan,” pungkas Arif.
Dengan tren positif ini, Tanah Laut diharapkan mampu menjaga stabilitas ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang lebih inklusif di masa mendatang.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad







