Niat dan Tata Cara Mandi Sunah Idul Fitri Sesuai Ajaran Rasulullah

WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN- Mandi sunnah Idul Fitri termasuk anjuran sebelum melakukan Salat Id.

Ini berlaku untuk setiap orang Islam, baik laki-laki maupun perempuan.

Seseorang wanita yang sedang menstruasi dan nifas dianjurkan juga untuk melakukan mandi sunnah Idul Fitri.

Hal ini seperti sunah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Nabi Muhammad selalu mandi sebelum berangkat Salat Id, baik itu Idul Fitri maupun Idul Adha.

Dalam sebuah hadis riwayat Ibnu Majah dijelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Dan dari Abdullah bin Abbas RA, ia berkata bahwasanya Nabi SAW mandi pada hari Idul Fitri dan Idul Adha,” (HR. Ibnu Majah).

Waktu Mandi Sunnah Idul Fitri

Imam Al-Ghazali dalam risalahnya berjudul Al-Adab fid Din memberikan petunjuk waktu paling utama melakukan mandi sunnah yakni sebelum salat Subuh pada pagi di hari Idul Fitri.

Sementara Syekh Al-Baijuri mengatakan seseorang diperbolehkan mandi wajib Idul Fitri mulai tengah malam atau 1 Syawal pada waktu dini hari.

Mengutip NU Online, Jumat (20/3/2026), dengan demikian, mandi sunnah Idul Fitri boleh dilaksanakan pada waktu dini hari hingga setelah terbit fajar atau sebelum salat Id.

Bacaan niatnya sebagai berikut:

Niat Mandi Sunnah Idul Fitri
Merujuk buku Tanya Jawab Islam yang disusun oleh Pustaka Ilmu Sunni Salafiyah (PISS) KTP, niat mandi dilafalkan bersamaan ketika membasuh air pertama ke tubuh.

Ada dua bacaan niat yang bisa digunakan yakni:
1. Doa Mandi Besar di Hari Idul Fitri

نَوَيْتُ أَدَاءَ اْلغُسْلِ اْلمَسْنُوْنِ لِيْ فِيْ هَذِهِ اللَّيْلَةِ مِنْ رَمَضَانَ لله تَعَالَى

Arab Latin: Nawaitu adâ’al ghuslil masnûni lî fî hadzihil lailatil min romadhona lillâhi ta’âlâ.

Terjemah: Aku berniat menjalankan mandi yang disunnahkan kepadaku pada malam ini di bulan Ramadhan karena Allah Ta’ala.