Diserbu Peserta! 29 Grup Sudah Daftar, Pawai Takbiran HST Masih Dibuka Hingga H-1 Lebaran
WARTABANJAR.COM, BARABAI– Antusiasme masyarakat menyambut malam Idulfitri 1447 Hijriah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) mulai terasa.
Hingga saat ini, puluhan grup telah mendaftarkan diri untuk mengikuti lomba pawai takbiran yang digelar Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HST.
Melalui Dinas Pemuda Olahraga, Kebudayaan, Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disporabudparekraf), tercatat sebanyak 29 grup telah resmi mendaftar sebagai peserta.
Jumlah tersebut diperkirakan masih akan bertambah, mengingat pendaftaran masih dibuka hingga H-1 Lebaran pukul 17.00 Wita.
Kepala Disporabudparekraf HST, Muhammad Ramadlan melalui Kabid Kebudayaan, Muayyad, mengatakan lomba pawai takbiran ini tidak hanya menjadi ajang meramaikan malam kemenangan, tetapi juga sebagai sarana syiar Islam yang dikemas secara kreatif.
“Sesuai dengan visi misi Bupati HST, yakni religius, sejahtera dan bermartabat sebagai implementasi komitmennya dalam pemajuan kebudayaan, khususnya budaya islami,” ujarnya di Barabai, Kamis (19/3/2026).
Dalam pelaksanaannya, panitia menetapkan sejumlah aturan bagi peserta.
Setiap grup diperbolehkan membawa maksimal tiga kendaraan dalam satu nomor undian, namun jumlah tersebut tidak menjadi penentu kemenangan.
“Penilaian lebih menitikberatkan pada keutuhan konsep, kreativitas, daya tarik, serta teknis dan detail. Jadi bukan soal banyaknya kendaraan,” jelasnya.
Selain itu, dimensi kendaraan juga dibatasi, yakni maksimal dua meter dari bak mobil guna menghindari gangguan seperti kabel listrik maupun dahan pohon di sepanjang rute.
Untuk menjaga kekhusyukan malam takbiran, peserta juga dilarang menggunakan musik DJ atau house music.
Sebagai gantinya, panitia memperbolehkan penggunaan musik live seperti perkusi atau musik garapan bernuansa islami.
Adapun rute pawai akan dimulai dari kediaman Bupati HST di Jalan Brigjen Hasan Baseri, melintasi sejumlah ruas jalan utama seperti Telaga Air Mata, Jalan Sibli Imansyah, Jalan Murakata, Antasari, hingga Masjid Agung, sebelum kembali ke titik awal.
Muayyad berharap, kegiatan ini tidak hanya meriah, tetapi juga tetap menjunjung nilai-nilai ketertiban dan keamanan.