WARTABANJAR.COM, BANJARMASIN – Upaya penentuan awal 1 Syawal 1447 Hijriah di Kalimantan Selatan belum membuahkan hasil. Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kalsel menyatakan hilal tidak terlihat saat pelaksanaan hisab rukyat di Banjarmasin, Sabtu (19/3/2025) petang.

Kegiatan yang digelar di salah satu hotel di Banjarmasin tersebut mencatat posisi hilal masih berada di bawah kriteria yang ditetapkan MABIMS.

Data menunjukkan tinggi bulan hakiki berada di angka 2°25′34″ dengan elongasi 5°25′44″, sementara syarat minimal adalah tinggi 3° dan elongasi 6,4°.

Kepala Kemenag Kalsel, H. Muhammad Tambrin, mengungkapkan bahwa secara teknis hilal memang belum memenuhi standar visibilitas, ditambah kondisi cuaca yang kurang mendukung.

“Di wilayah Banjarmasin hilal tidak terlihat, apalagi saat pemantauan cuaca sedang hujan,” ujarnya.

Ia juga menyebutkan bahwa kondisi serupa terjadi di sejumlah daerah lain di Indonesia, di mana hilal belum teramati.

Meski demikian, keputusan resmi terkait penetapan Hari Raya Idulfitri tetap menunggu hasil Sidang Isbat yang digelar oleh Kementerian Agama Republik Indonesia.

“Kita menunggu keputusan pemerintah pusat melalui Menteri Agama untuk penetapan 1 Syawal 1447 Hijriah,” pungkasnya.(wartabanjar.com/iqnatius)

Editor Restu