Proyek tersebut diperkirakan dapat mengurangi impor bensin hingga sekitar 5,5 juta ton dan solar sekitar 3,5 juta ton per tahun.
Di sisi lain, Bahlil menyampaikan pasokan LPG nasional tetap terjaga meskipun rantai distribusi global mengalami dinamika.
Menurut dia, sekitar 70–72 persen impor LPG Indonesia berasal dari Amerika Serikat, sekitar 20 persen dari Timur Tengah, dan sisanya dari sejumlah negara lain.
Untuk mengantisipasi ketidakpastian pasokan dari Timur Tengah, pemerintah menyiapkan sejumlah langkah termasuk membuka peluang tambahan pasokan dari Amerika Serikat dan negara lain seperti Australia. “Di akhir minggu ini kita masuk dua kargo dari Australia untuk LPG,” ungkap Bahlil.
Ke depan, pemerintah juga terus mendorong pembangunan kilang minyak untuk meningkatkan produksi BBM dalam negeri dan mengurangi ketergantungan pada impor. “Kalau lifting kita enggak mencapai 1,6 juta (barel minyak per hari), selisih antara kebutuhan crude dan kemampuan kita lifting, itulah yang kita impor. Jadi ke depan itu tinggal impor crude saja,” tutur Menteri Bahlil.
Dengan berbagai langkah strategis tersebut, pemerintah optimistis pasokan energi selama Lebaran 2026 tetap aman dan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan nyaman.(wartabanjar.com/infopublik)
Editor Restu







