WARTABANJAR.COM, BANJARBARU - Sebanyak 32 peserta ambil bagian dalam Festival Tanglong 2026 yang digelar di Lapangan Murjani, tepat di depan Balai Kota Banjarbaru, Kota Banjarbaru, Sabtu (14/3/2026) malam.

Salah satu juri festival, budayawan Banjarbaru HE Benyamine yang akrab disapa Bang Ben, mengatakan jumlah peserta tersebut berdasarkan data yang masuk dari panitia penyelenggara.

“Kalau dari data yang masuk, sekitar 32 peserta,” ujarnya.

Baca Juga Tanglong Replika Masjid Al-Falah Meriahkan Festival Tanglong Banjarbaru

Ia menjelaskan, dalam penilaian lomba terdapat beberapa kriteria utama yang menjadi perhatian dewan juri.

Di antaranya meliputi kerapian, kesesuaian dengan tema, kekompakan tim, serta faktor keamanan dari tanglong yang ditampilkan.

“Tadi ada beberapa yang kita nilai, pertama kerapian, kedua kesesuaian dengan tema, kemudian kekompakan dan juga keamanan,” katanya.

Menurutnya, tema yang diangkat dalam festival tahun ini adalah "Banjarbaru Elok Ramadan", sehingga para peserta diharapkan mampu menampilkan karya tanglong yang mencerminkan keindahan serta semangat Ramadan di Kota Banjarbaru.

Bang Ben menilai sebagian besar peserta telah menampilkan karya yang sesuai dengan tema tersebut, meskipun secara teknis terdapat variasi dalam bentuk dan konsep yang ditampilkan.

“Sebagian besar sebenarnya sudah memenuhi sesuai dengan tema. Hanya saja secara teknis mereka menyesuaikan dengan apa yang mereka miliki,” jelasnya.

Ia menambahkan, beberapa peserta juga menghadirkan konsep yang berbeda dari biasanya. Tidak hanya berbentuk masjid atau langgar, tetapi juga menampilkan kreasi lain seperti taman Ar-Raudhah.

Menurutnya, selama karya tersebut masih menggambarkan keindahan dan semangat Ramadan di Banjarbaru, konsep tersebut tetap sesuai dengan tema yang diusung.

“Yang penting sesuatu yang di Banjarbaru terasa elok,” ujarnya.

Selain itu, kreativitas peserta juga terlihat dari penggunaan berbagai bahan untuk membuat tanglong, termasuk memanfaatkan material sederhana hingga sampah plastik.

”Ini menunjukkan kreativitas masyarakat dalam memanfaatkan bahan yang ada untuk menghasilkan karya yang menarik,” terangnya.

Ia juga mengapresiasi kembali digelarnya Festival Tanglong di Banjarbaru yang selama ini dikenal sebagai salah satu tradisi khas kota tersebut.