WARTABANJAR.COM, JAKARTA - Rekaman CCTV yang memperlihatkan wajah terduga pelaku penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, viral di media sosial.

Video tersebut beredar luas di Instagram dan menampilkan potongan rekaman kamera pengawas yang diduga menangkap wajah pelaku saat kejadian.

Dalam narasi unggahan itu disebutkan bahwa rekaman CCTV tersebut memiliki kualitas gambar yang cukup jelas sehingga diharapkan dapat membantu aparat kepolisian mengungkap pelaku.

Sementara itu, Andrie Yunus masih menjalani perawatan intensif di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, setelah menjadi korban penyiraman air keras pada Kamis (12/3/2026) malam.

Terjadi Usai Rekaman Podcast

Berdasarkan keterangan resmi dari Badan Pekerja KontraS, peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 23.00 WIB.

Saat itu, Andrie Yunus baru saja menyelesaikan perekaman siniar atau podcast di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Jakarta.

Podcast tersebut mengangkat tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia.”

Koordinator Badan Pekerja KontraS, Dimas Bagus Arya, menyatakan bahwa Andrie mengalami luka serius akibat serangan tersebut.

“Serangan penyiraman air keras itu mengakibatkan luka serius di sekujur tubuh, terutama pada area tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta bagian mata,” ujarnya dalam pernyataan tertulis.

Andrie kemudian segera dilarikan ke RSCM Jakarta untuk mendapatkan perawatan medis.

Dari hasil pemeriksaan dokter, korban diketahui mengalami luka bakar sekitar 24 persen di tubuhnya.

Netizen Ramai Berspekulasi

Beredarnya rekaman CCTV tersebut memicu beragam reaksi dari netizen di media sosial. Banyak warganet yang mencoba menebak identitas pelaku dari postur tubuh yang terlihat dalam rekaman.

“Posturnya ideal banget ya, kayak… ehmm,” tulis salah satu netizen.

“Mohon maaf sekilas saya lihat sebagai masyarakat awam sudah agak jelas arahnya dari segi fisiknya,” komentar pengguna lain.

Ada pula yang mengaitkan insiden tersebut dengan kritik yang pernah disampaikan korban.

“Korban habis kritik TNI, eh pelakunya mirip TNI,” tulis seorang netizen.