WARTABANJAR.COM, BARABAI – Dentuman alat musik tradisional dari barang bekas memeriahkan malam Ramadhan di Taman Dwi Warna Barabai, Hulu Sungai Tengah (HST), Rabu (11/3/2026).

Ratusan warga memadati lokasi tersebut untuk menyaksikan kemeriahan Lomba Bagarakan Sahur 2026 yang digelar Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Tengah.

Tradisi membangunkan warga untuk sahur yang dahulu dilakukan secara sederhana kini tampil lebih meriah melalui perlombaan yang menampilkan kreativitas generasi muda dari berbagai kecamatan di Bumi Murakata.

Sebanyak 18 grup peserta tampil memukau dengan perpaduan alat musik perkusi, kostum unik, serta aransemen ritmis yang mencerminkan kekayaan budaya lokal bernuansa Islami.

Perlombaan yang dimulai sekitar pukul 22.00 Wita itu berlangsung hingga dini hari dan baru berakhir sekitar pukul 01.00 Wita. Sepanjang acara, para peserta silih berganti menampilkan konsep musik dan koreografi yang mengundang sorak penonton.

Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang terdiri dari Novyandi Saputra, Mukhlis Maman yang dikenal sebagai Julak Larau, serta Muhammad Rossi.

Salah satu juri, Novyandi Saputra, mengaku terkesan dengan kreativitas para peserta yang tampil di luar ekspektasi.

“Semua peserta menampilkan hal yang luar biasa di luar ekspektasi kami. Kreativitasnya sangat beragam, bahkan ada juga kelompok perempuan yang ikut tampil. Persaingannya sangat ketat,” ujarnya.

Ia juga berharap kegiatan ini terus berkembang dan mampu melahirkan ide-ide kreatif dari generasi muda di Hulu Sungai Tengah.

Sementara itu, budayawan Kalimantan Selatan sekaligus maestro kuriding, Mukhlis Maman atau Julak Larau, menjelaskan bahwa bagarakan sahur awalnya hanya bertujuan membangunkan warga untuk makan sahur.

Namun seiring waktu, tradisi tersebut berkembang menjadi pertunjukan musik yang memiliki nilai seni dan kreativitas tinggi.

“Kalau dulu bagarakan sahur hanya untuk membangunkan orang sahur. Tapi sekarang berkembang menjadi pertunjukan musik, sehingga unsur musikalnya juga menjadi bagian penting dalam penilaian,” jelasnya.

Setelah seluruh peserta tampil, dewan juri akhirnya menetapkan grup Bima Cili sebagai juara pertama dengan nilai 753.

Posisi kedua diraih grup Atank dengan nilai 733, disusul Acuan di peringkat ketiga dengan nilai 721.