WARTABANJAR.COM – Insiden laut terjadi di kawasan Selat Hormuz setelah kapal tugboat Mussafah 2 dilaporkan diduga terkena serangan rudal saat berada di perairan tersebut.

Kapal tersebut diketahui dinakhodai oleh kapten asal Indonesia, Miswar Maturusi, yang merupakan warga Kota Palopo, Sulawesi Selatan. Hingga kini, sang kapten dilaporkan masih hilang.

Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia menyebut kapal tugboat Mussafah 2 membawa lima warga negara Indonesia (WNI) saat insiden terjadi.

Sementara itu, laporan dari United Kingdom Maritime Trade Operations (UKMTO) menyebut kapal tersebut diduga terkena dua rudal yang tidak dikenal saat berada di perairan strategis Timur Tengah tersebut.

Saat kejadian, kapal tugboat Mussafah 2 diketahui tengah membantu kapal kontainer Safeen Prestige.

Kapal Safeen Prestige yang terdaftar di Malta dilaporkan mengalami masalah di laut sejak 4 Maret dan sempat meminta bantuan kepada kapal terdekat di sekitarnya.

Dalam proses bantuan tersebut, kapal tugboat Mussafah 2 diduga menjadi sasaran serangan hingga mengalami ledakan di laut.

Hingga kini, informasi mengenai kondisi awak kapal maupun kronologi lengkap insiden tersebut masih terus ditelusuri oleh pihak terkait.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad