Serangan tersebut memicu meningkatnya ketegangan dan konflik di kawasan Timur Tengah.
Meski menyampaikan permintaan maaf kepada negara-negara tetangga, Pezeshkian menegaskan bahwa Iran tidak akan menyerah kepada Israel maupun Amerika Serikat.
“Musuh-musuh Iran harus membawa keinginan mereka untuk penyerahan tanpa syarat rakyat Iran ke kuburan mereka,” tegasnya dalam pidato tersebut.
Diketahui, Israel dan Amerika Serikat mulai melancarkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada 28 Februari 2026.
Sejak saat itu Iran membalas dengan meluncurkan serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta kepentingan Amerika Serikat di sejumlah negara di kawasan, terutama wilayah Teluk.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad











