Stok BBM Nasional Sisa 20 Hari, Menteri Bahlil Sebut Ada Investor Siap Bangun Storage

WARTABANJAR.COM – Investor dari luar negeri untuk membangun fasilitas penyimpanan minyak mentah (crude storage) di Indonesia telah dipastikan pemerintah.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan pembangunan proyek strategis itu bertujuan meningkatkan ketahanan energi nasional dari kapasitas saat ini menjadi setara kebutuhan 90 hari.

Seperti diketahui pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) nasional hanya 20 hari menyusul memanasnya konflik geopolitik di Timur Tengah yang mengancam pasokan global.

“Investasinya sudah ada, investornya sudah ada,” ujar Bahlil melalui keterangan resmi, Rabu (4/3/2025).

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan,  pendanaan proyek itu merupakan skema campuran antara penanam modal asing dan domestik.

Ia menegaskan, investor asing yang dimaksud tidak berasal dari Amerika Serikat (AS). Lebih lanjut, Menteri ESDM menyampaikan bahwa pembangunan fasilitas penyimpanan ini akan dikerjakan oleh pihak swasta.

“Investasinya dicampur dari dalam negeri dan dari luar, tetapi bukan AS. Yang membangun (storage) swasta,” ucap dia.

Pemerintah menargetkan pembangunan fasilitas penyimpanan ini dapat menambah kapasitas maksimal penyimpanan minyak mentah Indonesia dari sebelumnya 25–26 hari menjadi 90 hari atau setara tiga bulan kebutuhan.