WARTABANJAR.COM, MARTAPURA – Persaingan dalam Grand Final Festival Bacatuk Dauh 2026 Kabupaten Banjar berlangsung sangat ketat. Empat grup finalis bahkan hanya terpaut selisih satu poin dalam penilaian dewan juri.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Kabupaten Banjar yang juga bertindak sebagai juri ketiga, Muhammad Syahid, usai pelaksanaan grand final di Martapura, Rabu malam, 4 Maret 2026.

Menurutnya, selisih nilai yang sangat tipis menunjukkan kualitas para peserta yang tampil di babak final benar-benar merata dan telah mempersiapkan penampilan dengan maksimal.

“Empat grup sebetulnya berselisih satu poin. Itu menunjukkan persaingan yang sangat ketat karena mereka sama-sama berlatih keras,” ujarnya.

Ia menjelaskan, proses penilaian dilakukan secara independen oleh masing-masing juri yang ditempatkan terpisah saat memberikan nilai kepada setiap peserta yang tampil di babak grand final.

Setelah seluruh nilai dikumpulkan dan dihitung, terlihat selisih nilai antar peserta sangat tipis. Bahkan hanya satu hingga dua grup yang perlu didiskusikan kembali oleh dewan juri karena perbedaan nilai yang sangat kecil.

“Ketika semua nilai di-scoring, terlihat memang tipis sekali selisihnya. Selebihnya penilaian benar-benar berdasarkan angka yang objektif,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kabupaten Banjar, H Irwan Jaya, menilai kualitas penampilan peserta dalam Festival Bacatuk Dauh tahun ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.

Ia mengatakan meskipun jumlah peserta tidak sebanyak tahun lalu, kualitas penampilan para grup justru menunjukkan perkembangan yang cukup signifikan.

“Kalau dibandingkan dengan tahun kemarin, poin-poinnya meningkat. Penampilan grup yang bertanding tahun ini jauh lebih baik,” ujarnya.

Irwan juga mengapresiasi munculnya kelompok generasi muda yang mulai berpartisipasi dalam festival tersebut sebagai upaya melestarikan budaya daerah.

“Tahun ini ada generasi muda yang tampil sebagai pelestari Bacatuk Dauh. Ini menjadi hal yang sangat positif,” katanya.

Pada Grand Final Festival Bacatuk Dauh 2026 Kabupaten Banjar, grup Takbiratul Aulad dari Desa Mekar berhasil keluar sebagai juara pertama setelah bersaing ketat dengan para finalis lainnya.(wartabanjar.com/IKhsan)