WARTABANJAR.COM, AMUNTAI – Fenomena Gerhana Bulan Total pada Selasa malam (3/3/2026) berhasil terekam di sejumlah wilayah Kalimantan Selatan. Salah satunya di kawasan Danau Panggang, Kecamatan Danau Panggang, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU).

Video momen langka tersebut diunggah akun Instagram @info_banjarmasin sekitar pukul 19.23 Wita dan langsung menyedot perhatian warganet. Dalam tayangan itu, bulan tampak berwarna kemerahan saat memasuki fase puncak gerhana atau yang dikenal sebagai Blood Moon.

Namun, tidak semua warga Kalimantan Selatan beruntung bisa menyaksikan fenomena astronomi tersebut. Cuaca hujan deras disertai petir dan angin kencang dilaporkan melanda sejumlah wilayah, sehingga menutup pandangan ke langit.

Beragam komentar pun bermunculan di media sosial. Warga Banjarmasin mengaku tak dapat melihat gerhana karena hujan lebat dan petir yang bersahutan.

“Banjarmasin hujan lebat, tidak bisa melihat gerhana,” tulis seorang netizen.

Warga Banjarbaru juga melaporkan badai terjadi di kawasan Trikora. Sementara itu, daerah Sungai Tabuk, Handil Bakti, hingga Kilometer 4,5 Banjarmasin dilaporkan diguyur hujan sebelum waktu tarawih.

Ada pula komentar bernada jenaka yang menyebut fenomena tersebut sebagai “gerhana kilat” karena yang terlihat justru sambaran petir di langit malam.

Gerhana Bulan Total Bisa Terlihat di Seluruh Indonesia

Secara umum, Gerhana Bulan Total memang dapat diamati di seluruh wilayah Indonesia selama kondisi langit cerah. Fenomena ini terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi menutupi Bulan sepenuhnya dan membuatnya tampak kemerahan.

Berdasarkan perkiraan waktu, fase gerhana total berlangsung sekitar pukul 19.03 Wita, dengan puncaknya pada 19.33 Wita, dan berakhir menjelang pukul 22.24 Wita untuk wilayah Wita.

Selain Indonesia, gerhana ini juga dapat disaksikan di wilayah Amerika Utara, Amerika Tengah, Asia Timur, hingga Australia dan Selandia Baru, menyesuaikan waktu setempat.

Fenomena gerhana bulan aman dilihat dengan mata telanjang tanpa alat bantu khusus. Namun, faktor cuaca menjadi penentu utama apakah masyarakat dapat menyaksikannya secara langsung atau tidak.