FIFA Buka Suara Usai Serangan AS-Israel ke Iran, Soroti Keamanan Piala Dunia 2026
WARTABANJAR.COM, JAKARTA – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) akhirnya memberikan tanggapan terkait memanasnya konflik geopolitik setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Situasi ini menimbulkan kekhawatiran terhadap kelangsungan ajang sepak bola terbesar dunia, Piala Dunia 2026.
Sekretaris Jenderal FIFA, Mattias Grafstrom, mengatakan pihaknya masih memantau perkembangan yang terjadi. Ia menegaskan bahwa FIFA belum bisa memberikan komentar rinci, namun keselamatan semua pihak menjadi prioritas utama.
Grafstrom menyebut FIFA mengetahui kabar serangan tersebut dan langsung membahasnya dalam pertemuan internal. Meski begitu, ia menilai masih terlalu dini untuk mengambil keputusan atau menyampaikan langkah konkret.
FIFA memastikan tetap berkomunikasi dengan tiga negara tuan rumah Piala Dunia 2026, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko. Koordinasi ini dilakukan untuk memastikan keamanan turnamen tetap terjaga di tengah situasi global yang tidak menentu.
Iran sendiri sudah dipastikan lolos ke Piala Dunia 2026 sebagai wakil Asia. Timnas Iran dijadwalkan berada di fase grup dan akan memainkan beberapa pertandingan di Amerika Serikat. Kondisi geopolitik yang memanas membuat masa depan partisipasi Iran dalam turnamen tersebut ikut disorot.
Sejumlah laporan menyebut konflik terbaru di kawasan Timur Tengah berpotensi berdampak luas, termasuk pada sektor olahraga internasional. Namun hingga kini, FIFA belum mengumumkan perubahan apa pun terkait format maupun peserta turnamen.
Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 dengan format baru yang melibatkan 48 tim peserta. Turnamen ini akan digelar di 16 kota yang tersebar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
FIFA menegaskan akan terus memantau situasi global sebelum mengambil langkah lebih lanjut, terutama terkait keamanan peserta dan kelancaran penyelenggaraan turnamen. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar