Salah seorang warga setempat, Fajar, mengatakan bahwa kawasan tersebut memang sering dijadikan tempat berenang oleh anak-anak dan remaja, terutama pada sore hari.
“Informasinya korban sudah dua kali datang ke sini, kemarin dan hari ini. Memang banyak yang berenang di sini,” katanya.
Peristiwa ini kembali menimbulkan kekhawatiran masyarakat terkait keselamatan di area bekas galian C yang tidak dilengkapi pagar pengaman maupun papan peringatan bahaya. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera mengambil langkah tegas, baik dengan melakukan penertiban maupun memasang pembatas dan rambu peringatan untuk mencegah kejadian serupa terulang.
Danau bekas tambang diketahui memiliki risiko tinggi karena kondisi dasar yang tidak stabil, kedalaman ekstrem, serta minimnya pengawasan. Masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dan tidak berenang di lokasi yang berpotensi membahayakan keselamatan.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad












