Pemkab HST Tekankan Higienitas dan Ketepatan Sasaran MBG

Selain beras, penggunaan ayam potong diharapkan berasal dari peternak lokal dan dalam kondisi segar. Untuk menu telur selama Ramadan, diminta dilakukan penyesuaian guna menjaga kualitas serta kebersihan makanan.

“Telur itu gampang busuk dan gampang pecah. Bila pecah, kebersihan tidak terjamin,” ungkapnya.

Perhatian juga diberikan kepada kelompok B3, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Ia menyebut masih terdapat dapur yang belum mengoptimalkan penyaluran makanan kepada kelompok tersebut.

“Ibu hamil dan ibu menyusui ini hampir tidak ada yang mengerjakan di dapurnya. Banyak dapur yang belum memberikan makanan ke B3,” tuturnya.

Untuk memastikan ketepatan sasaran, Dinas Kesehatan diminta segera menyampaikan data jumlah ibu hamil, ibu menyusui, dan balita agar distribusi dapat dilakukan secara terukur dan sesuai kebutuhan.

Sebagai bentuk penegasan aturan, Pemkab HST akan menerbitkan surat resmi yang ditandatangani Bupati kepada pelaksana dapur MBG. Jika hingga tiga kali surat peringatan tidak diindahkan, dapur yang bersangkutan dapat ditutup sesuai ketentuan.

Melalui rapat koordinasi ini, Pemerintah Kabupaten HST menegaskan komitmennya untuk terus melakukan evaluasi, pembinaan, serta penguatan pengawasan agar Program Makan Bergizi Gratis berjalan optimal dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. (wartabanjar.com/Adew)

Editor Restu