Seiring waktu, ide tersebut berevolusi menjadi perayaan humor di kalangan teman dan keluarga. Tradisi ini bukan dimaksudkan untuk mempermalukan, melainkan sebagai bentuk godaan ringan bagi mereka yang masih lajang di usia 25 tahun.
Meski terlihat “kejam” karena tubuh bisa tertutup bubuk kayu manis dari kepala hingga kaki, perayaan ini biasanya menjadi momen tak terlupakan. Banyak orang Denmark justru menantikannya sebagai bagian dari budaya populer yang unik dan penuh warna.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






