Tetuha kampung yang berhasil melihat hilal ini, di perjalanan menuju hilir wajib memberitahu warga di kampung-kampung yang mereka lalui bahwa hilal telah tampak di langit, menandakan awal puasa Ramadan telah tiba.

Uniknya lagi, kabar gembira itu dibawa dan dikabarkan ke kampung-kampung yang dilalui menggunakan jukung.

Jika kini di zaman digital dan serba online, informasi kemunculan hilal Ramadan tersebut disebarkan melalui televisi dan media sosial oleh Menteri Agama melalui sidang isbat, namun di Kesultanan Banjar ratusan tahun lalu menggunakan cara unik dan tradisional ini.