Gejolak Harga Tanah Laut! Cabai Makin “Pedas”, Diskopdag Siapkan Pasar Murah Beruntun

Kabar baiknya, bawang merah justru mengalami penurunan harga cukup signifikan dari Rp50.000 menjadi Rp40.000/kg.

Stok Pangan Melimpah, Tapi Harga Tetap Tertekan

Menariknya, kenaikan harga terjadi bukan karena kelangkaan barang. Data menunjukkan ketersediaan bahan pokok di Tanah Laut justru surplus besar, seperti:

  • Beras premium: stok 2.712 ton (kebutuhan 587 ton)
  • Gula pasir: stok 147 ton (kebutuhan 73 ton)
  • Minyak goreng: stok lebih dari 300 ton
  • Daging ayam: stok 139 ton (kebutuhan 70 ton)
  • Telur itik/tambak: stok 123 ton

Kepala Bidang Perdagangan dan Kemetrologian Diskopdag Tanah Laut, Edi Hariyadi, SP, menegaskan kenaikan dipicu faktor distribusi dan cuaca, bukan kelangkaan pasokan.

“Untuk harga bapokting secara umum masih stabil, walaupun ada kenaikan di beberapa komoditas seperti cabai,” jelas Edi melalui WhatsApp, Rabu, 18 Februari 2026.

Diskopdag Siapkan Operasi Pasar Murah Beruntun

Menyikapi fluktuasi harga ini, Pemerintah Kabupaten Tanah Laut bergerak cepat dengan menggencarkan program pasar murah untuk menjaga daya beli masyarakat.

“Bulan ini sudah tiga kali kami melaksanakan pasar murah. Insya Allah minggu depan ada lagi,” ungkap Edi.

Ia menyebut lokasi pelaksanaan berikutnya masih menunggu koordinasi dengan para kepala desa.

Tak hanya itu, intensitas pasar murah akan ditingkatkan saat memasuki bulan suci Ramadhan, dengan target minimal lima kali pelaksanaan.

Agenda terdekat, pasar murah dijadwalkan pada 9 Maret 2026 di Lapangan Pertasi Kencana, bekerja sama dengan Dinas Perdagangan Provinsi.

Langkah ini diharapkan dapat menekan harga di tingkat pengecer agar tidak semakin membebani ekonomi masyarakat di tengah dinamika cuaca dan distribusi pangan.(Wartabanjar.com/Gazali)

editor: nur_muhammad