Gejolak Harga Tanah Laut! Cabai Makin “Pedas”, Diskopdag Siapkan Pasar Murah Beruntun

WARTABANJAR.COM, PELAIHARI – Fluktuasi harga bahan pokok penting (bapokting) di Kabupaten Tanah Laut mulai menunjukkan tren mengkhawatirkan pada pertengahan Februari 2026.

Meski stok pangan secara umum diklaim melimpah, lonjakan harga pada sejumlah komoditas tertentu, terutama cabai dan ayam kampung, mulai memicu perhatian serius pemerintah daerah, Kamis, 19 Februari 2026.

Cabai Melonjak Drastis, Harga Tembus Rp120 Ribu

Berdasarkan data pemantauan harga terbaru per 18–19 Februari 2026, kenaikan paling mencolok terjadi pada komoditas cabai.

Harga cabai rawit lokal dan rawit hijau yang sebelumnya berada di kisaran Rp100.000 per kilogram kini melambung menjadi Rp120.000 per kilogram.

Kenaikan juga terjadi pada beberapa jenis cabai lainnya:

  • Cabai rawit taji naik menjadi Rp100.000/kg
  • Cabai rawit tiung merangkak ke Rp90.000/kg
  • Cabai merah besar dan cabai keriting naik dari Rp40.000 menjadi Rp50.000/kg

Lonjakan ini membuat harga cabai semakin “pedas” bagi masyarakat Pelaihari menjelang bulan suci Ramadhan.

Harga Ayam Kampung Naik, Ayam Ras Justru Turun

Pergerakan harga yang cukup kontradiktif terjadi pada sektor protein hewani.

Harga ayam kampung tercatat melonjak tajam dari Rp85.000 menjadi Rp100.000 per ekor.

Namun, harga ayam ras justru turun tipis dari Rp29.000 menjadi Rp28.000/kg, disusul telur ayam ras yang turun ke level Rp30.000/kg.

Komoditas Lain Masih Stabil, Bawang Merah Turun

Sementara itu, mayoritas bahan pokok lainnya terpantau masih stabil, di antaranya:

  • Beras lokal/premium: Rp16.200/kg
  • Beras medium: Rp13.000/kg
  • Gula pasir putih: Rp18.000/kg
  • Minyak goreng kemasan: Rp23.000/liter
  • Minyak goreng curah kuning: Rp17.000/liter
  • Minyak goreng sederhana: Rp19.000/liter
  • Daging sapi: Rp150.000/kg
  • Bawang putih (Honan): Rp38.000/kg
  • Tepung terigu: Rp13.000/kg
  • Kacang kedelai: Rp15.000/kg