Pemkab Tabalong Jajaki Kerja Sama Pendidikan ke Mesir dan Yaman, Kuota 5–10 Mahasiswa

“Yang menentukan lulus atau tidak tetap dari perguruan tinggi yang bersangkutan, mengacu pada hasil ujian dan standar akademik mereka,” kata H. Fani, sapaan akrabnya.

Kerja sama ini, lanjutnya, tidak sekadar membuka akses pendidikan luar negeri, tetapi juga menjadi bagian dari visi pembangunan sumber daya manusia di Tabalong.

Dengan menempuh pendidikan di pusat-pusat studi Islam dunia seperti Mesir dan Yaman, diharapkan para mahasiswa dapat kembali ke daerah dengan kapasitas keilmuan yang mumpuni.

Program ini juga diharapkan mendukung realisasi program “Satu Desa Satu Dai” yang tengah digagas pemerintah daerah.

Melalui pendidikan yang terstruktur dan seleksi yang ketat, kualitas dai yang dihasilkan diharapkan benar-benar dapat dipertanggungjawabkan secara keilmuan.

“Harapannya, mereka nanti menjadi dai yang tidak hanya mampu berdakwah, tetapi juga memiliki dasar keilmuan yang kuat dan diakui,” ujar Bupati.

Pemkab Tabalong saat ini tengah mematangkan skema teknis kerja sama, termasuk tahapan seleksi dan pendampingan calon mahasiswa, sebelum program tersebut resmi dibuka untuk pendaftaran.(wartabanjar.com/Suhardi)

Editor: Yayu