Peringatan haul terasa lebih hikmat lagi dengan lantunan syair-syair shalawat dan maulid habsy oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Assegaf yang diiringi Grup Ahbabul Musthofa Bangil.
Midley syair demi syair pun menggema di kawasan Kompleks Kubah Datu Abdussamad – Marabahan itu, mulai lantunan; Allahu-Allah, Assamualaika Ya Rasulullah, Qamarun, Ya Ala Baitinnabi, Ya Imamarrusli, Busyralana, Ya Hanana, Salatum Bissalamin Mubini, dan dengan Ya Arhamarrahimin.
Sementara itu, Tausiyah disampaikan Habib Jindan bin Novel bin Salim bin Jindan yang dimulai dengan penjelasan keutamaan ziarah kubur dan mendoakan orang yang wafat atau meninggal dunia itu.
Haul yang diselenggarakan keluarga Wagub Hasnuryadi ini ujarnya, sebagai bentuk bakti seorang anak kepada orangtuanya dan berbuat baik kepada sesama.
Habib Jindan juga mengenang prilaku almarhum H Abdussamad Sulaiman yang senang berbagi dengan orang lain, menyukai majelis salawat, dekat dengan ulama, dan nilai-nilai ini ditanamkan kepada anak-anaknya.
“Orang punya harga kalau tidak dimanfaatkan kepada masyarakat, lingkungan, agama Allah, untuk apa?. Manusia yang paling baik adalah yang paling manfaat,” pesan Habib Zindan.
Tausiah kedua disampaikan Habib Quraisy Baharun dengan pesan-pesan antara lain, memperbanyak shalawat dan berbuat manfaat kepada orang lain.
Di akhir acara, Wagub Hasnuryadi menyampaikan terima kasih kepada para habaib, ulama dan semua masyarakat yang hadir mengikuti peringatan haul ke 11 orangtuanya itu.
“Sekali lagi memohon doanya, semoga abah, H Abdussamad Sulaiman bin Basirun dan almarhumah mama, Hj Siti Nurhayati binti H Anang Dullah, Guru Zuhdi yang baru saja kita peringati haulnya, almarhum Guru Sekumpul, dan almarhum Syach Muhammad Arsyad Al-Banjari. Mudah-mudahan mereka diberikan tempat yang paling mulai di sisi Allah dan diterima segala amal ibadahnya,” ucap Wagub Hasnuryadi. (Wartabanjar.com/sal/adpim)
Editor Restu







