Rumus “F” dan “K” dalam Berorganisasi
Dalam kesempatan tersebut, Masturi juga berbagi wejangan filosofis mengenai sikap dalam berorganisasi melalui rumus matematika sosial: S = F + K (Sikap = Fungsi + Kepentingan).
Ia mengajak para kader pemuda untuk memperbesar volume F (Fungsi) dan mengecilkan K (Kepentingan) pribadi.
Menurutnya, jika fungsi organisasi dijalankan dengan maksimal, maka kepentingan akan ikut terpenuhi secara otomatis dengan cara yang benar.
“Besari fungsi Anda, jangan besari kepentingan. Kalau fungsi jalan, saya yakin Karang Taruna akan membawa dampak nyata bagi kesejahteraan sosial masyarakat,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mengingatkan para peserta untuk membuang mentalitas “3T” yang menghambat kemajuan organisasi, yakni Tolak, Tunda, dan Tahan (Denial, Delay, Divert).
Ia berharap kepengurusan yang baru nanti lebih responsif terhadap isu-isu sosial, termasuk membantu pemerintah mengomunikasikan kebijakan seperti kepesertaan BPJS Kesehatan (PBI) agar tidak terjadi bias informasi di tengah masyarakat.
“Selamat ber-Temu Karya. Semoga lahir pemimpin yang lahir dari semangat pengabdian, bukan sekadar ambisi,” pungkasnya sekaligus membuka acara secara resmi. (Wartabanjar.com/Gazali)
Editor Restu







