FGD juga menghadirkan sejumlah pakar dan pemangku kepentingan strategis, di antaranya perwakilan Indonesian National Air and Space Institute (INASA), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), analis kebijakan nasional, serta akademisi dari Unhan.
Kegiatan ini diharapkan menghasilkan rekomendasi konkret untuk penyempurnaan postur TNI AU melalui integrasi kemampuan antariksa, penguatan Space Situational Awareness, serta peningkatan interoperabilitas dan kesiapan antariksa guna menjamin keunggulan informasi dan kedaulatan NKRI.
FGD turut dihadiri Pangkoopsau, para Pangkosek I hingga IV, pejabat TNI AU terkait domain antariksa, serta siswa Sespimti Polri. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)
Editor: Andi Akbar







