WARTABANJAR.COM, AMUNTAI– Gubernur Kalimantan Selatan, H. Muhidin mendorong percepatan pembangunan sodetan atau saluran air menuju Sungai Barito sebagai solusi jangka panjang pengendalian banjir di wilayah Tabalong dan Hulu Sungai Utara (HSU).
Hal itu diungkapkan H. Muhidin pada Acara Rapat Koordinasi Rencana Pengendalian Banjir Kawasan Banua Anam Provinsi Kalimantan Selatan di Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Rabu (11/2/2026).
Menurut Muhidin, air dari wilayah hulu, khususnya Tabalong, perlu dialihkan langsung ke Sungai Barito agar tidak menumpuk di kawasan permukiman dan lahan pertanian.
Ia menilai, pembangunan bendungan tanpa didukung saluran pembuang yang memadai hanya akan menjadi solusi setengah hati.
“Percuma membangun bendungan kalau tidak dibarengi saluran airnya. Yang paling penting dan harus didahulukan adalah saluran air atau sodetan ke Sungai Barito,” tegas Muhidin.
Dijelaskannya, dalam rencana pembangunan sodetan bersama antara Kabupaten Tabalong dan HSU menuju Sungai Barito, Pemprov Kalsel siap menggelontorkan anggaran untuk menutup kekurangan biaya dari dua daerah tersebut.
“Contohnya, jika kebutuhan anggaran mencapai Rp40 miliar, maka pembagiannya bisa disepakati bersama, Kabupaten Tabalong Rp10 miliar, Kabupaten HSU Rp10 miliar, nah Provinsi Rp20 miliar,” urai Orang Nomor Satu di Kalimantan Selatan ini.
Menurutnya, pembagian tersebut masih bersifat ilustratif dan harus dibahas lebih lanjut melalui perencanaan teknis yang matang.
“Harus disusun rencana, dihitung detail kebutuhan anggarannya. Berapa kemampuan kabupaten, berapa yang kurang, provinsi siap menutup kekurangan. Kalau perlu bisa dimasukkan di anggaran perubahan, sehingga pada tahun ini bisa dikerjakan,” ujar Muhidin.
Gubernur juga mengarahkan agar pengerjaan sodetan dapat dilaksanakan melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD).
Skema ini dinilai lebih efektif untuk pekerjaan fisik skala besar di wilayah pedesaan dan perbatasan antar kabupaten.







