Ia mencontohkan, Kota Barabai di Kabupaten Hulu Sungai Tengah sebelumnya kerap dilanda banjir karena belum memiliki saluran pengalihan sungai.
BACA JUGA: Aksi Maling Terekam CCTV di Paringin, Gas LPG Hingga Proyektor Raib, Pemilik Toko Rugi Jutaan
Setelah saluran pengalihan dibangun, dampak banjir dinilai mulai berkurang.
“Ini bukti bahwa infrastruktur yang tepat bisa mengurangi risiko banjir,” ucapnya.
Muhidin juga menyinggung kejadian banjir di Kabupaten Balangan.
Menurutnya, kapasitas sungai yang kecil tidak mampu menampung debit air saat hujan ekstrem terjadi.
“Ketika hujan lebat, sungai tidak sanggup menampung air, akhirnya meluap dan terjadi banjir. Ini harus dijawab dengan solusi teknis, bukan hanya penanganan darurat,” tegasnya.
Melalui koordinasi lintas daerah ini, Pemprov Kalsel berharap terbangun langkah konkret dan terukur dalam pengendalian banjir kawasan Banua Anam, mulai dari normalisasi sungai, pembangunan saluran pengalihan, hingga penguatan sistem drainase dan tata ruang wilayah berbasis mitigasi bencana.( wartabanjar.com/Suhardi)
Editor: Yayu







