Ia mengajak seluruh pemangku kepentingan memahami keterbatasan anggaran daerah.
“Dengan keterbatasan anggaran yang ada, diperlukan sinergi, inovasi, dan kebersamaan dari seluruh pihak agar pembangunan tetap berjalan dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tambahnya.
Dorong Objektivitas Demi Pembangunan Berkelanjutan
Melalui pendekatan partisipatif ini, diharapkan kesenjangan antara rencana pembangunan dan fakta di lapangan dapat ditekan seminimal mungkin.
HM Zazuli mendorong para kepala desa, lurah, hingga perwakilan BPD agar berani mengedepankan objektivitas demi manfaat jangka panjang dan pembangunan yang berkelanjutan bagi warga Bumi Tuntung Pandang.
Musrenbang yang juga dihadiri anggota DPRD serta jajaran kepala perangkat daerah ini ditutup dengan penyusunan daftar usulan prioritas.
Nantinya, draf kesepakatan dari Kecamatan Pelaihari dan Bajuin akan menjadi bahan utama dalam penyusunan RKPD Kabupaten Tanah Laut pada tahapan perencanaan berikutnya.(Wartabanjar.com/Gazali)
editor: nur_muhammad







