Walikota menyebut pelaksanaan CoE Kota Banjarmasin di Bali sebagai bagian dari penguatan sinergi antar daerah sekaligus momentum menyambut 500 tahun Kota Banjarmasin pada 2026.
Dukungan juga disampaikan oleh Pemerintah Kota Denpasar yang diwakili Wakil Walikota Denpasar I Kadek Agus Arya Wibaw, yang menilai pelaksanaan CoE Kota Banjarmasin menjadi contoh bahwa pariwisata di Indonesia bukan untuk saling bersaing, melainkan saling menguatkan melalui kolaborasi antar daerah.
Usai sambutan, Gubernur H Muhidin bersama Ketua Dekranasda Provinsi Kalsel mendampingi prosesi launching CoE Kota Banjarmasin bersama Walikota Banjarmasin beserta istri, Wakil Walikota Banjarmasin, Wakil Walikota Denpasar, Sekdako, serta seluruh Kepala SKPD Kota Banjarmasin.
Launching CoE Kota Banjarmasin 2026 ditandai dengan pelaksanaan ritual khas Banjar, seperti Bapalas Bumi, Batapung Tawar, dan Bapapai Mayang.
Dalam wawancara usai acara, Gubernur H Muhidin mengungkapkan rasa syukur atas suksesnya pelaksanaan launching CoE di Denpasar, Bali.
Gubernur memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Banjarmasin yang telah menghadirkan berbagai kesenian Banjar, seperti Tari Manopeng Banyiur dan Madihin, sehingga mampu menarik perhatian pengunjung.
“Kesan yang sangat baik karena acara ini tidak terlalu formal dan membaur dengan masyarakat serta wisatawan, baik domestik maupun mancanegara,” ungkapnya.
Gubernur juga berharap agar promosi pariwisata Kota Banjarmasin terus dilakukan secara berkelanjutan, termasuk melalui hotel-hotel dan kawasan wisata, dengan menonjolkan ikon daerah seperti Bekantan dan Pasar Terapung.
