Jadi Korban Pencurian, Pemuda di Aceh Tengah Malah Divonis Bersalah, Netizen: Cuman di Indonesia Maling Dilindungi

Putusan ini memantik kemarahan warganet. Banyak yang menilai hukum terasa tidak berpihak pada korban.

Kolom komentar pun dipenuhi reaksi keras, mulai dari sindiran hingga kritik tajam terhadap aparat dan sistem hukum.

“Cuman di Indonesia maling dilindungi 😂😂😂” tulis seorang netizen.

“Aneh,” komentar lainnya singkat.

Beberapa bahkan membandingkan dengan penegakan hukum di luar negeri, sementara yang lain menyuarakan kekecewaan mendalam:

“Kapolrinya ga malu apa ya… kasus berulang harusnya dikaji ulang.”

Tak sedikit pula yang menganggap kejadian ini bisa membuat masyarakat takut bertindak saat menghadapi pencurian.

“Kalau udah dicuri ya biarin aja, soalnya kalau dipukul malah kita yang ditangkap,” tulis netizen lain.

Kasus yang Menyisakan Pertanyaan

Kisah Sandika menjadi sorotan karena memperlihatkan dilema masyarakat saat menghadapi tindak kriminal: di satu sisi ingin menjaga keamanan, namun di sisi lain terancam jerat hukum jika tindakan dianggap melampaui batas.

Kasus ini pun meninggalkan pertanyaan besar di benak publik: di mana batas antara membela diri dan pelanggaran hukum?(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad