Parlemen Malaysia Memanas! DPR Ricuh Bahas Sengketa Perbatasan dengan Indonesia

“Perdana Menteri menuduh kami menggunakan kata-kata kasar dan tidak sopan. Saya menilai tuduhan itu sendiri tidak sesuai dengan tata tertib parlemen,” kata Rosol.

Sejumlah anggota parlemen oposisi lainnya turut berdiri menyampaikan keberatan, di antaranya Ketua Oposisi Hamzah Zainudin (PN–Larut), Wan Ahmad Fayshal Wan Ahmad Kamal (PN–Machang), dan Awang Hashim (PN–Pendang).

Melihat situasi yang semakin memanas, Ketua Dewan Rakyat Tan Sri Johari Abdul mengusulkan agar isu tersebut dirujuk terlebih dahulu ke komite khusus sebelum dibahas lebih lanjut di sidang parlemen.

Sengketa Perbatasan Jadi Sorotan

Sebelumnya, Anwar telah menyampaikan bahwa ia akan memberikan penjelasan menyeluruh mengenai isu penyesuaian perbatasan Malaysia–Indonesia dalam sesi taklimat khusus yang disiarkan langsung kepada publik.

“Issue penyesuaian perbatasan Malaysia–Indonesia akan saya jelaskan secara terperinci agar tidak terjadi kekeliruan dan kesalahpahaman di tengah masyarakat,” tulis Anwar melalui akun Facebook resminya.

Anwar juga membantah klaim oposisi yang menyebut Pemerintah Malaysia telah menyerahkan lebih dari 5.000 hektare lahan di kawasan perbatasan Sabah–Kalimantan kepada Indonesia.

Di sisi lain, laporan media sebelumnya menyebutkan bahwa tiga desa di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, disebut-sebut masuk ke wilayah Malaysia akibat pergeseran garis batas, sehingga memicu polemik politik dan perhatian publik di kedua negara.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)

editor: nur_muhammad