WARTABANJAR.COM, PELAIHARIā Tantangan terbesar dunia pendidikan vokasi adalah memastikan lulusannya terserap maksimal oleh pasar kerja.
Fenomena mismatch atau ketidaksesuaian antara keahlian dan kebutuhan industri seringkali menjadi tembok penghalang bagi para pencari kerja lokal.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disnakerind Tanah Laut, Ir. Ulil Amri Bahtiar, S.T., M.P., membeberkan status terkini hubungan antara pemerintah dengan raksasa industri di kawasan Jorong.
āKerjasama antara BLK dan Pengelola KIJ masih dalam tahap penjajakan. Ke depannya lulusan BLK dapat bekerja di KIJ sesuai dgn kompetensi dan keahlian yg diperlukan oleh perusahaan,ā ungkap Ulil secara transparan, Rabu (4/2/2026).
Selain upaya jalur belakang layar melalui MoU, Disnakerind juga menyiapkan strategi pertemuan langsung melalui bursa kerja.
āJob Fair tahun 2026 rencana akan dilaksanakan setelah dilakukan pendataan/sosialisasi ke perusahaan,ā tambahnya.
BACA JUGA: MIRIS! Kakak Tiri Diduga Perkosa Adik Selama 4 Tahun di Tanah Bumbu, Korban Diancam Dibunuh
Langkah-langkah strategis ini merupakan bagian dari upaya besar pemerintah kabupaten untuk menekan angka pengangguran yang menjadi salah satu indikator keberhasilan pembangunan daerah.
āTingkat Pengangguran Terbuka bukan merupakan kinerja utama Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian, akan tetapi merupakan kinerja kabupaten, akan tetapi TPT tetap diampu oleh Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian. Sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kab. Tanah Laut Tahun 2025-2029 target TPT Kabupaten Tanah Laut Tahun 2026 adalah sebesar 3,21%,ā tutup Ulil. (Wartabanjar.com/Gazali)
