Menariknya, penembakan drone itu terjadi hanya beberapa jam setelah laporan lain menyebut Garda Revolusi Iran (IRGC) melakukan manuver agresif terhadap kapal tanker berbendera Amerika Serikat di Selat Hormuz.
Selat Hormuz sendiri merupakan wilayah krusial bagi perdagangan minyak dunia, sehingga setiap ketegangan di kawasan tersebut dapat memicu risiko konflik lebih besar.
Situasi ini memperlihatkan meningkatnya potensi eskalasi militer antara kedua negara di kawasan maritim yang sangat sensitif dan strategis.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad






