Desa Hilir Banua Masih Berduka, Polisi Dalami Motif Pembunuhan Pelajar 13 Tahun di Pandawan HST
WARTABANJAR.COM, BARABAI – Suasana Desa Hilir Banua, Kecamatan Pandawan, Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), masih diliputi duka dan rasa tak percaya. Peristiwa pembunuhan yang merenggut nyawa seorang pelajar berinisial AFR (13) meninggalkan luka mendalam, bukan hanya bagi keluarga, tetapi juga warga sekitar yang selama ini mengenal korban sebagai anak yang masih belia.
Di sudut-sudut desa, pembicaraan warga terus berputar pada satu pertanyaan yang sama: mengapa peristiwa tragis itu bisa terjadi?
Polres Hulu Sungai Tengah hingga kini masih mendalami motif di balik kasus tersebut.
Kasubsi Pengelolaan Informasi, Dokumentasi, dan Multimedia (PIDM) Humas Polres HST, Aiptu M. Husaini, mengatakan penyidik terus mengumpulkan keterangan tambahan dari para saksi serta melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap terduga pelaku berinisial RN (35).
“Saat ini penyidik masih mendalami motif dengan memeriksa saksi-saksi dan terduga pelaku,” ungkap Aiptu M. Husaini saat dikonfirmasi, Rabu (4/2/2026).
Warga Masih Bertanya-tanya, Pelaku Diduga Alami Gangguan Kejiwaan
Di tengah rasa kehilangan yang masih pekat, muncul pula informasi awal bahwa terduga pelaku diduga memiliki gangguan kejiwaan.
Namun kepolisian menegaskan bahwa hal tersebut masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan profesional dari pihak berwenang.
“Untuk dugaan orang dengan gangguan jiwa, masih kami dalami dan akan dilakukan pemeriksaan kejiwaan secara profesional. Kami tidak ingin berspekulasi sebelum ada hasil resmi,” tegasnya.
Pendalaman Bukti dan Kronologi Terus Dilakukan
Selain pemeriksaan kejiwaan, penyidik juga melengkapi alat bukti dan menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh agar kasus ini dapat terungkap secara terang.
Bagi warga desa, peristiwa ini menjadi pukulan berat. Hilir Banua yang biasanya tenang, kini harus menghadapi kenyataan pahit bahwa seorang anak di bawah umur menjadi korban kekerasan.
Polres HST memastikan penanganan perkara ini dilakukan secara serius dan profesional, mengingat korban merupakan anak di bawah umur. Perkembangan lebih lanjut akan disampaikan setelah proses pendalaman selesai.(wartabanjar.com/Adew)
editor: nur_muhammad