PKS Tolak Kehadiran Israel di Board of Peace, Desak Libatkan Otoritas Palestina

“PKS mendorong Pemerintah Indonesia agar bersinergi dengan kekuatan dunia Islam seperti Qatar, Turki, Arab Saudi, Jordania, dan Uni Emirat Arab,” tegasnya.
Menurutnya, keterlibatan Palestina harus dilakukan secara menyeluruh, baik dalam tahap perumusan kebijakan maupun keanggotaan penuh dalam Board of Peace.
“Kami mendorong agar Pemerintah Indonesia dapat memperjuangkan Otoritas Palestina dilibatkan secara penuh, baik dalam tahap perumusan maupun keanggotaan Board of Peace,” lanjut Kholid.

PKS menilai bahwa tanpa kehadiran Palestina, forum tersebut akan kehilangan legitimasi dan relevansi, serta berpotensi mengulangi kegagalan berbagai inisiatif perdamaian yang pernah digagas Presiden Amerika Serikat sebelumnya.
Lebih lanjut, PKS mengingatkan bahwa kehadiran Israel, khususnya di bawah kepemimpinan Benjamin Netanyahu, justru akan mencederai martabat forum internasional tersebut.

“Keterlibatan Netanyahu dan Israel di Board of Peace justru akan merusak dan menghancurkan kredibilitas forum itu sendiri. Israel seharusnya diposisikan sebagai pihak yang dimintai pertanggungjawaban atas kehancuran dan genosida di Palestina, bukan justru diberikan panggung terhormat sebagai perumus perdamaian,” ungkapnya.
PKS menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak mungkin dibangun di atas ketidakadilan dan normalisasi penjajahan.
“Israel tidak boleh diberikan panggung. Dunia seharusnya memberikan sanksi untuknya,” tutup Kholid. (Wartabanjar.com/berbagai sumber)

Editor: Andi Akbar