Dipicu oleh awan cumulonimbus dan kondisi cuaca ekstrem
Memiliki dua jenis:
Non-supercellular (lebih umum dan lemah)
Supercellular (lebih kuat dan berpotensi destruktif seperti tornado)
Berdurasi singkat, rata-rata 5–20 menit
Berbahaya bagi kapal dan aktivitas perairan karena angin kencang serta pusaran air
Imbauan Waspada Saat Cuaca Buruk
Fenomena waterspout lebih sering terjadi di wilayah tropis dan subtropis, termasuk perairan Indonesia. Masyarakat, khususnya nelayan dan pengguna transportasi laut, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan ketika cuaca mendung gelap disertai angin kencang.
Kemunculan waterspout di Kotabaru ini menjadi pengingat bahwa perubahan cuaca ekstrem dapat terjadi sewaktu-waktu.(Wartabanjar.com/nur_muhammad)
editor: nur_muhammad







